Lompat ke konten
Home » 50 Kata Bahasa Bali yang Sering Didengar Saat Liburan di Bali

50 Kata Bahasa Bali yang Sering Didengar Saat Liburan di Bali

Liburan ke Bali bukan hanya tentang pantai, pura, atau kuliner khasnya. Pulau Dewata juga memiliki budaya dan bahasa yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Meskipun sebagian besar masyarakat Bali dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia, kamu mungkin akan mendengar berbagai kata dan ungkapan dalam Bahasa Bali saat berbelanja, makan di warung, berbincang dengan warga lokal, atau mengikuti aktivitas wisata.

Mengetahui beberapa kata dasar Bahasa Bali bisa membantu kamu berinteraksi dengan lebih mudah sekaligus menunjukkan rasa hormat terhadap budaya setempat. 

Berikut 50 kata Bahasa Bali yang sering didengar wisatawan saat berlibur di Bali beserta artinya.

50 Kata Bahasa Bali dan Artinya

Bahasa BaliArti
Om SwastiastuSalam pembuka
SuksmaTerima kasih
Matur SuksmaTerima kasih banyak
AmpuraMaaf
NggihYa
TenTidak
Rahajeng SemengSelamat pagi
Rahajeng TengaiSelamat siang
Rahajeng SoreSelamat sore
Rahajeng WengiSelamat malam
DumogiSemoga
SwastyastuSalam sejahtera
BapaAyah
MemeIbu
BeliKakak laki-laki
MbokPanggilan perempuan
AdiAdik
JaniSekarang
NapiApa
KudaBerapa
DijaDi mana
KijaKe mana
KenkenBagaimana
NgudiangMengapa
SireSiapa
LakarAkan
SubaSudah
DurungBelum
TusingTidak
NentenTidak (halus)
JegegCantik
BagusTampan
GedeBesar
AlitKecil
BecikBaik
MelahBagus
BaangBeri
NedaMakan
NyemakMengambil
MejalanBerjalan
MeliMembeli
NginemMinum
PesuKeluar
MasukMasuk
SampingSarung
PuraTempat ibadah Hindu
BanjarKomunitas adat
OdalanHari perayaan pura
CanangSesajen harian
GalunganHari raya umat Hindu Bali

Kata Bahasa Bali yang Paling Berguna untuk Wisatawan

Om Swastiastu

Om Swastiastu adalah salam yang paling terkenal di Bali. Salam ini sering digunakan saat membuka percakapan, menyapa seseorang, atau mengawali acara resmi.

Contoh:

Wisatawan: Om Swastiastu.

Warga Lokal: Om Swastiastu.

Suksma

Suksma berarti “terima kasih”. Kata ini sangat sering digunakan dan mudah diingat oleh wisatawan.

Contoh:

Pelayan: Ini pesanannya.

Wisatawan: Suksma.

Ampura

Ampura berarti “maaf” atau “permisi”. Kata ini berguna saat meminta izin atau ketika tidak sengaja mengganggu orang lain.

Kuda?

Jika sedang berbelanja di pasar tradisional atau toko lokal, kata ini cukup berguna karena berarti “berapa?”.

Contoh:

Wisatawan: Kuda hargane?

Artinya: Berapa harganya?

Dija?

Dija berarti “di mana”. Kata ini sering digunakan saat mencari lokasi tertentu.

Contoh:

Wisatawan: Pantai Sanur dija?

Artinya: Pantai Sanur di mana?

Kata Bahasa Bali yang Sering Digunakan dalam Kuliner

Saat makan di warung atau restoran lokal, beberapa kata berikut cukup sering terdengar:

  • Neda = makan
  • Nginem = minum
  • Baang = beri
  • Meli = membeli

Contoh sederhana:

Tiang lakar neda.

Artinya: Saya akan makan.

Istilah Budaya yang Sering Didengar di Bali

Kata Bahasa Bali dan Artinya

Selain percakapan sehari-hari, wisatawan juga sering mendengar istilah yang berkaitan dengan budaya Bali.

Canang

Canang adalah sesajen kecil yang biasanya diletakkan di depan rumah, toko, pura, atau tempat usaha sebagai bagian dari tradisi keagamaan masyarakat Bali.

Banjar

Banjar merupakan komunitas adat yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat Bali.

Odalan

Odalan adalah perayaan hari jadi sebuah pura yang biasanya dirayakan dengan berbagai upacara keagamaan.

Galungan

Galungan merupakan salah satu hari raya penting umat Hindu Bali yang melambangkan kemenangan dharma melawan adharma.

Contoh Percakapan Sederhana Bahasa Bali

Berikut contoh percakapan yang mungkin kamu dengar saat liburan.

Wisatawan: Om Swastiastu.

Warga Lokal: Om Swastiastu.

Wisatawan: Pantai Batu Bolong dija?

Warga Lokal: Jani lurus, banjur belok ke tengen.

Wisatawan: Matur suksma.

Warga Lokal: Nggih.

Meskipun sederhana, penggunaan beberapa kata lokal seperti ini sering membuat interaksi terasa lebih hangat.

Apakah Wisatawan Perlu Bisa Bahasa Bali?

Tidak wajib. Sebagian besar masyarakat Bali dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia dan banyak pelaku wisata juga menggunakan bahasa Inggris.

Namun, mempelajari beberapa kata dasar Bahasa Bali dapat membantu kamu lebih memahami budaya lokal dan menciptakan pengalaman liburan yang lebih berkesan. 

Bahkan kata sederhana seperti “Suksma” atau “Om Swastiastu” sering dihargai oleh masyarakat setempat karena menunjukkan ketertarikan terhadap budaya Bali.

Jelajahi Bali Bersama SatuSatu

Selain belajar beberapa kata Bahasa Bali, kamu juga bisa mengenal budaya Pulau Dewata lebih dekat melalui berbagai pengalaman wisata yang tersedia di SatuSatu. 

SatuSatu adalah platform travel Bali yang menyediakan transportasi, aktivitas wisata, dan pengalaman budaya dalam satu tempat yang bisa langsung dipesan melalui SatuSatu.com dengan berbagai metode pembayaran lokal seperti BCA, Mandiri, OVO, DANA, kartu kredit, dan lainnya.

Untuk merasakan budaya Bali secara langsung, kamu bisa menyaksikan Tiket Kecak Fire Dance di Uluwatu, salah satu pertunjukan paling ikonik di Bali yang memadukan tarian tradisional dengan latar matahari terbenam yang spektakuler.

Pertanyaan Seputar Bahasa Bali

Apa arti Om Swastiastu?

Om Swastiastu adalah salam tradisional yang sering digunakan masyarakat Bali untuk menyapa dan mengawali percakapan.

Apa arti Suksma dalam Bahasa Bali?

Suksma berarti terima kasih.

Apakah wisatawan perlu belajar Bahasa Bali?

Tidak wajib, tetapi mengetahui beberapa kata dasar dapat membantu berinteraksi dengan masyarakat lokal dan memahami budaya Bali lebih baik.

Apa kata Bahasa Bali yang paling sering digunakan wisatawan?

Beberapa kata yang paling sering digunakan wisatawan adalah Om Swastiastu, Suksma, Ampura, Kuda, dan Dija.